Kembali ke Posts
5 Januari 2026

Lebih dari Sekadar Laporan 385 Halaman: Menemukan Passion Sistem di FR Academy

Kisah di balik perjalanan PKL yang intensif, melelahkan, namun membuka gerbang karier di dunia IT. Dari mempelajari Python dan Flask hingga menemukan sosok inspirasi di Belanda.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) sering kali digambarkan sebagai formalitas sekolah untuk memenuhi syarat kelulusan. Namun, bagi saya, masa-masa PKL di FR Academy (CV. FR-System) adalah sebuah kawah candradimuka. Di sanalah saya pertama kali ditempa dengan standar industri yang sesungguhnya—sebuah perjalanan yang sangat melelahkan, namun berhasil mengubah cara pandang saya terhadap dunia teknologi selamanya.

1. Nahkoda di Balik Layar dan Disiplin Tinggi

FR Academy dipimpin oleh pasangan suami istri yang luar biasa, yaitu Pak Ferdian dan Bu Retno. Kehadiran mereka berdua memberikan dinamika lingkungan kerja yang unik. Di satu sisi, mereka sangat perhatian layaknya keluarga, namun di sisi profesional, mereka menerapkan standar disiplin yang sangat tinggi.

Setiap hari, pukul 08.00 WIB saya sudah harus berada di tempat. Aturan ini melatih ketepatan waktu saya di dunia kerja. Kami beraktivitas hingga pukul 17.00 WIB dengan ritme kerja yang padat dan menantang.

Tantangan terbesar muncul saat masa penyusunan laporan PKL tiba. Demi menghasilkan laporan yang maksimal, saya sering kali terjaga hingga pukul 02.00 pagi untuk menyusun dokumen dan merapikan kode program. Perjuangan tersebut akhirnya menghasilkan sebuah laporan PKL setebal 385 halaman. Angka yang fantastis ini bukan sekadar formalitas kata-kata, melainkan dokumentasi lengkap berisi baris demi baris script proyek pembelajaran yang saya bangun sendiri dari nol selama di sana.

2. Fondasi Teknis dan Sentuhan Soft Skills

Selama masa PKL yang intensif tersebut, saya dibimbing untuk menguasai berbagai tumpukan teknologi modern dari hulu ke hilir. Beberapa hal krusial yang saya pelajari meliputi:

  • Python & Flask: Memahami logika pemrograman backend dan cara membangun arsitektur API yang kokoh.
  • Bootstrap: Merancang antarmuka pengguna (UI) yang responsif dan fungsional.
  • Hosting & Domain: Belajar bagaimana mendeploy aplikasi ke server internet dan mengonfigurasi domain kustom milik sendiri agar bisa diakses oleh publik.

Selain aspek teknis, Pak Ferdian dan Bu Retno juga memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana industri IT bekerja di dunia nyata. Saya tidak hanya diajarkan cara menulis kode, tetapi juga cara berpikir kritis, memecahkan masalah (problem-solving), serta pentingnya kerja sama tim (teamwork) dalam menyelesaikan sebuah proyek besar.

3. Jatuh Cinta pada Sistem

Sebelum masuk ke FR Academy, dunia IT bagi saya mungkin terasa sangat luas dan abstrak. Namun, pengalaman langsung membangun proyek di sana memicu ketertarikan mendalam pada satu hal spesifik: Sistem.

Saya menyadari bahwa saya sangat menyukai bagaimana komponen-komponen teknologi saling terhubung dan bekerja secara harmonis. Mau itu sistem berbasis Internet of Things (IoT), aplikasi web terintegrasi, atau infrastruktur jaringan apa pun—selama itu berkaitan dengan integrasi sistem, saya selalu bersemangat untuk mempelajarinya. Pengalaman PKL ini berhasil mempertegas arah fokus karier yang ingin saya tempuh di masa depan.

4. Inspirasi Menembus Batas: Dari Lampung ke Belanda

Di sela-sela sesi bimbingan, ada satu cerita dari pengajar yang membekas kuat di pikiran saya. Mereka bercerita tentang anak angkat mereka yang memiliki perjalanan karier luar biasa.

Beliau memulai langkahnya dari bawah sebagai seorang DevOps Engineer, bidang yang menuntut pemahaman mendalam tentang sistem dan infrastruktur. Berkat konsistensi dan kerja kerasnya, kini beliau menetap di Belanda dan bekerja sebagai seorang Web3 Software Engineer.

Kisah sukses beliau menjadi bukti nyata bagi saya bahwa batasan geografis tidak membatasi impian kita. Beliau kini menjadi contoh nyata dan figur inspirasi terbesar saya. Saya memiliki impian besar untuk mengikuti jejaknya: menguasai sistem secara mendalam, terus relevan dengan perkembangan teknologi masa depan seperti Web3, dan berkarier di kancah internasional.

PKL di FR Academy memang melelahkan dan menguras energi, tetapi jika diberi kesempatan untuk memilih ulang, saya akan tetap memilih jalan ini. Perjalanan ini telah membentuk mentalitas, memperkuat keahlian, dan yang terpenting, memberi saya sebuah kompas arah ke mana saya harus melangkah selanjutnya.